Rio Fokus Dalam Perencanaan Agar Rio Dapat Tampil di F1


Indonesia pada akhirnya menamai putra bangsa di dunia balap roda empat paling bergengsi, Formula 1. Rio Haryanto berhasil memasuki persaingan F1 dengan tim Manor Racing. Namun sayangnya Rio perlu ‘mengakhiri’ lebih awal di musim debutnya karena masalah keuangan. Itu memang lumayan mengecewakan dan lebih dari satu lebih-lebih mulai memalukan karena perlu berhenti pertengahan musim. Rio tidak kembali jadi pengemudi reguler dan terima tawaran timnya untuk jadi pengemudi cadangan atau pengemudi cadangan. Rio mengakui bahwa walaupun dia tidak kembali di kemudi, dia mampu belajar banyak perihal dengan terus jadi anggota berasal dari tim untuk sisa kompetisi. Setelah ini, kepemimpinan Rio termasuk fokus pada rencana agar Rio mampu tampil di F1 2017. Rio dilaporkan terima perlindungan berasal dari sponsor baru, termasuk di luar Indonesia, karena Rio adalah satu-satunya perwakilan berasal dari benua Asia pada musim 2016, agar Rio jadi kebanggaan dan harapan untuk mempromosikan balap F1 di kawasan Asia.

Ada berita yang menghubungkan Rio dengan sejumlah tim layaknya Renault, Haas, William, Sauber atau Manor. Musim F1 2016 sudah berakhir dan lebih dari satu besar tim sudah mengkonfirmasi pembalap mereka untuk persaingan musim depan. Sampai artikel ini ditulis, cuma tersedia 2 tim yang tersisa dengan kursi, Sauber (1) dan Manor (2). Ini bermakna bahwa 3 daerah masih tersedia dan bahwa Rio bakal punya kesempatan untuk diisi. Pembaruan berita terbaru menyusul pengumuman pengunduran diri juara dunia 2016 Nico Rosberg, meninggalkan Mercedes dengan kursi kosong. Tapi sepertinya tidak tersedia yang berpikir bahwa Rio punya kesempatan di sana. Kandidat yang kuat untuk isikan posisi selanjutnya adalah juara dunia dua kali Fernando Alonso dan juga Valtteri Bottas dan Pascal Wehrlein.

Tapi Rio paham bukan satu-satunya yang menyaksikan mungkin di 3 daerah ini. Balapan F1 pada th. 2016 yang sudah kehilangan daerah di tim lamanya dan balapan yang belum di konfirmasi nasibnya bakal jadi pesaing bagi Rio, dilengkapi tersedia pembalap muda potensial yang dikatakan punya kesempatan untuk mempromosikan ke F1. Mantan rekan setim Rio Pascal Wehrlein jadi tidak benar satu pembalap yang era depannya tidak jelas. Pembalap muda Mercedez itu mulanya fokus pada daerah kosong di tim Force India yang ditinggalkan Nico Hulkenberg untuk rubah ke Renault, tetapi secara mengejutkan, Force India merekrut Esteban Ocon, penerus Rio Haryanto di Manor.

Ada berita bahwa Wehrlein mampu menemani Marcus Ericsson di tim Sauber. Selama berduet dengan Rio di mansion, Wehrlein selalu berhasil merampungkan untuk Rio dan Rio cuma mampu mengalahkannya lebih dari satu kali di kualifikasi. Sementara itu, pebalap yang kehilangan daerah di tim lamanya adalah Esteban Gutierrez. Gutierrez, yang kontraknya tidak diperpanjang oleh tim Haas, dilaporkan dihubungi oleh Manor. Tetapi berita lain menyatakan bahwa Gutierrez terhubung mungkin untuk bergabung dengan Ferrari untuk jadi pengemudi cadangan. Jika berita itu benar, ini tawarkan kesempatan besar bagi Rio untuk kembali ke tim Manor. Gutierrez sendiri sudah jadi pembalap F1 sejak 2013 (2011-2012 cuma jadi pembalap uji) dengan alasan bahwa pengalamannya di ground blast kokpit jauh lebih baik daripada Rio, yang mungkin mengapa tim sebabkan lebih banyak pilihan di Gutierrez daripada Haryanto.

Pembalap lain yang masih ada problem memperoleh tim musim depan adalah Felipe Nasr. Ada berita bahwa Nasr tidak kembali mendapat dukungan oleh sponsor utamanya untuk musim depan, jadi dia belum mampu memperbarui kontraknya dengan tim Sauber. Namun Nasr punya keunggulan ‘unik’ sesudah ditarik oleh Felipe Massa, ia jadi harapan terbesar bagi negara Brasil di F1. Brasil selalu punya pembalap di F1 sejak th. sesudah pertunjukan, tentu saja publik Brasil berharap bakal tersedia perwakilan di F1 di tahun-tahun mendatang. Selain itu, seri F1 di Brasil selagi ini didalam kondisi mengancam untuk dilanjutkan. Jadi perlindungan partai domestiknya jadi keuntungan yang paham bagi Nasr.

Dan nama belakang itu pantas untuk dimasukkan, Antonio Giovinazzi adalah pembalap GP2 2016 yang berhasil jadi nomor 2 di posisi itu pada musim debutnya. Dia menyatakan bakat luar biasa dan terima pujian tinggi berasal dari pengamat mobil. Dengan prestasi ini, mampu tersedia tim yang membawanya langsung ke F1. Diduga manajer Rio Piers Hunnisett selagi ini sedang didalam diskusi dengan ofisial tim dan mungkin hasilnya bakal didalam dua minggu ke depan. Kami cuma menantikan kabar baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *