Mencetak Gelar Juara Penting Pada Bulan Agustus


Agustus adalah bulan yang amat berfungsi bagi pemain bulutangkis Indonesia Hendra Setiawan. Alasan mengapa Hendra lahir terhadap Agustus, tepatnya terhadap 25 Agustus 1984 di Pemalang, Jawa Tengah. Ayah ini, yang dikaruniai 3 anak, termasuk menerima gelar penting terhadap bulan Agustus sepanjang karirnya sebagai pemain bulu tangkis. Inilah 5 kemenangan penting Hendra Setiawan terhadap Agustus di tingkat internasional. Hendra Setiawan bekerja bersama Markis Kido di dalam turnamen ini yang dimainkan di Stadium Putra, Kuala Lumpur, Malaysia. Marquis / Hendra adalah unggulan ketiga di antara pasangan Cina Fu Haifeng / Cai Yun dan pasangan Malaysia Koo Kien Keat / Tan Boon Heong. Markis / Hendra berkuda sampai ke final. Di final, Markis / Hendra berjumpa pasangan Korea Selatan, Lee Yong-Dae / Jung Jae-Sung.

Markis / Hendra memenangkan dua pertandingan berturut-turut 21-19 dan 21-19 dan kemenangan itu didedikasikan untuk Hari Kemerdekaan Indonesia ke-62 karena dimainkan 2 hari sehabis 17 Agustus 2007. Pertandingan yang susah dihadapi oleh Markis / Hendra di Beijing Beijing final untuk pria terhadap 2008. Marquis / Hendra hadapi pasangan Cina, Fu Haifeng / Cai Yun, yang termasuk tuan rumah. Dukungan publik tuan rumah tetap menolong Fu / Cai untuk memenangkan medali emas Olimpiade di rumah. Dukungan publik yang mencukupi Gymnasium Universitas Teknologi Beijing terbukti efisien untuk pasangan tamu. Markis / Hendra kalah 12-21 di game pertama. Markis / Hendra amat dapat memainkan game ke-2 bersama kemenangan 21-11. Pada akhirnya, Markis / Hendra menegaskan bahwa normalitas medali emas untuk Indonesia dilanjutkan sehabis memenangkan game ketiga 21-16. Kompetisi terakhir, yang diselenggarakan terhadap 16 Agustus 2008, memimpin Markis / Hendra untuk beri tambahan hadiah khusus sehari sebelum saat kemerdekaan Indonesia ke-63.

Kali ini Hendra Setiawan mengakses bersama Mohammad Ahsan di turnamen ini. Kebahagiaan “Agustus bahagia” terjadi lagi di Pusat Olahraga Tianhe, Guangzhou, Cina (11/08/2013). Hendra / Ahsan berjumpa pasangan Denmark, Mathias Boe / Carsten Morgensen. Hendra / Ahasan dapat mengambil game pertama 21-13. Di game kedua, pertarungan terjadi sengit sampai skor 20-20. Hendra / Ahsan tetap memenangkan gelar juara dunia pertama bersama kemenangan 23-21. Bagi Hendra Setiawan, ini adalah gelar dunia ke-2 sehabis 2007 dan gelar dunia pertama untuk Mohammad Ahsan. Lima th. sehabis Olimpiade 2008 di Beijing, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan keluar untuk ke-2 kalinya di final Piala Dunia. Kali ini suasananya tidak sama karena ‘The Daddies’ keluar di depan umum untuk dirinya sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Di final, Hendra / Ahsan bertarung melawan pasangan Tiongkok Liu Xiaolong / Qiu Zihan. Panggilan dan antusiasme untuk beri tambahan hadiah khusus sehari sebelum saat kemerdekaan Indonesia ke-70 dari publik di Istora. Berkat pertolongan audiens Istora, Hendra / Ahsan menang 21-17 dan 21-14, waktu Hendra / Ahsan jadi juara dunia untuk ke-2 kalinya. Mencapai final untuk ketiga kalinya tidak ringan bagi Hendra / Ahsan. Menempati unggulan keempat, “The Daddies” di bawah bayang-bayang “The Minions” Alih-alih Kevin / Marcus, yang dikeluarkan lebih cepat dari pasangan Korea Selatan, Choi Sol-gyu / Seo Seung-jae. Perlahan namun pasti Hendra / Ahsan berhasil lolos ke final, termasuk menyingkirkan Fajar / Rian di semifinal.

Di babak final, Hendra / Ahsan hadapi pasangan Jepang, Takuro Hoki / Yuko Kobayashi dari St. Jacobhalle, Basel, Swiss (25/08/2019). Pertandingan dekat disediakan terhadap pertandingan pertama, walau Hendra / Ahsan menang 25-23. Di pertandingan kedua, Hebdra / Ahsan menyerah bersama skor 9-21. Hendra / Ahsan menegaskan kemenangan di game ketiga bersama skor 21-15 dan hattrick dari juara dunia. Tidak cuma itu, kemenangan yang susah termasuk merupakan hadiah lagi th. untuk Hendra Setiawan, yang merayakan lagi tahunnya yang ke-35.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *